Thursday, November 9, 2017

Selamat Jalan Budhe, We'll Miss You

Budhe saat di Gembira Loka Zoo, meskipun ini sudah lama sekaliiii

Rasanya baru kemarin kami kehilangan sosok seorang Ayah, kini kami harus kehilangan lagi sosok seorang Ibu, yaitu Budhe kami. Tapi kenapa Ibu? Karena sejak saya dan adk saya kecil, budhe lah yang merawat kami, membesarkan kami, sedangkan Ibu kandung kami sendiri pergi bekerja ke negeri seberang. Keluarga kami dulu tidaklah seperti sekarang yang berkecukupan.
Budhe meninggal karena sakit, komplikasi. Ada sakit jantung, liver, ginjal, hipertensi dan diabetes. Beliau sakit sudah cukup lama hampir setahun sejak awal tahun 2017 . Budhe memiliki badan yang kurus, bahkan bisa dikatakan badan hanya tinggal tulang dan kulit, namun karena sakit ini badan beliau menjadi gemuk sekali, karena kekurangan albumin / protein darah sehingga banyak air yang tidak terikat mengakibatkan pembengkakak pada perut, kaki, dan hampir seluruh badan. 
Awalnya hanya kaki yang bengkak, namun beliau kurang terlalu peduli atau memperhatikan, sedangkan kami tak ada hentinya mengajak beliau untuk periksa ke dokter. Tapi beliau lebih mengurusi matanya yang sudah susah untuk melihat karena efek samping dari penyakit diabetes nya. Padahal sudah saya bilang, itu efek samping dari diabet makanya penglihatan berkurang, tapi beliau tidak terlalu menggubris. Saya tahu karena Budhe saya sangat ingin bisa melihat dengan jelas lagi. Dua kali pergi ke dokter spesialis mata tanpa hasil yang signifikan. Dan kaki beliau masih tetap bengkak.
Beberapa bulan kemudian perut budhe terasa tak enak, dan beliau pun minta dipijat. Meskipun kami sudah melarangnya, tapi kata andalannya keluar "Saya yang lebih tau karena saya yang merasakan". Kami pun mengalah, menurut saja, akhirnya dipanggillah tukang pijat itu. Dan beberapa setelah pijat perut Budhe malah makin membesar dan mengeras. Akhirnya Budhe pun menyesal kenapa waktu itu dipijat.

Budhe saat di Rekam Jantung

Saat Rekam JAntung di Rumah Sakit


Sakit Budhe mulai memasuki puncaknya setelah Lebarang Idul Fitri kemarin. Budhe semakin susah berjalan karena kakinya yang semakin membesar dan kaku. Sungguh Saya pun heran bagaimana bisa tubuh manusia bisa sekeras itu, seperti papan. Namun jika ditekan akan meninggalkan bekas, kempot untuk beberapa waktu sebelum kembali seperti semula. 

Kami sudah pergi ke dokter mana saja, mencoba pengobatan dari modern sampai alternatif. Namun tidak ada yang menunjukkan perubahan yang signifikan. Bahkan diagnosis beberapa dokter pun berbeda, meski sudah melakukan rontgen dan usg. Tapi ada pendapat yang berbeda mengenai hasil rontgen dan usg tersebut. 

Kenapa tidak di rawat di Rumah Sakit saja? Supaya mendapat perawatan yang intensif? Budhe tidak mau di rawat di Rumah sakit karena beliau tidak mau merepotkan orang lain, karena beliau merasa masih bisa berjalan sendiri sehingga tidak perlu di rawat inap. Namun pertengan bulan Oktober kemarin, Budhe akhirnya mau di rawat di Rumah Sakit. Mungkin karena desakan dari kami dan Padhe (Kakak dari Budhe) juga Ibu kami, adik dari Budhe. Dan mungkin juga karena Beliau sudah merasa badannya semakin tak karuan, Budhe sangat ingin bisa sembuh, sangat ingin bisa kembali sehat seperti semula. 

Budhe pun di rawat di RSUD terdekat selama 6 hari. Selama di Rumah Sakit dokter meminta Budhe untuk tidak turun dari tempat tidur supaya darahnya tidak naik lagi. Saat mau di opname darah budhe mencapai 200, Budhe pun mau menurut meskipun awalnya ngeyel. Hingga saat Budhe pulang darah beliau sudah turun menjadi 140.

Selama di Rumah Sakit nafsu makan Budhe amat sangat baik, bahkan bisa dikatakan beliau makan lahap dan banyak. Sebelumnya Budhe menghindari banyak sekali makanan seperti ayam potong, kacang-kacangan, gula, dll. Dan saat di Rumah sakit saya bilang kalau makanan dari Rumah sakit itu sudah disesuaikan dengan keadaan pasien, jadi dimakan saja semua, biar cepat sembuh. Beliau menurut dan semua makanan dari Rumah sakit beliau makan.

Tapi entah kenapa setelah pulang dari Rumah sakit, Budhe semakin tidak bisa melakukan apa pun. Bahkan untuk bangun dari duduk pun dari di bantu. Padahal sebelum opname, beliau masih bisa masak di dapur bersama saya, masih bisa sholat dengan duduk di kursi, masih bisa mandi sendiri dan pergi ke kamar mandi sendiri, tapi semenjak dari Rumah sakit, beliau sudah tidak bisa sholat sambil duduk lagi, mandi pun harus di mandiin, bahkan untuk ke kamar mandi pun tak mampu, akhirnya beliau menggunakan popok. 

Dua hari sebelum beliau meninggal, beliau tidak nafsu makan, dan wajah beliau terlihat lusuh, pucat dan tidak bercahaya padahal biasanya meskipun sakit wajah Budhe tetap terlihat segar. Hari ini Senin, 30 Oktober 2017 pagi kami pergi ke Rumah Sakit di kota untuk periksa. Beliau pun sudah tidak terlalu banyak bicara, sudah tak mampu berjalan, Budhe harus digendong 2 orang untuk sampai ke mobil. Budhe terlihat lemas dan tak ada semangat. Saat itu entah kenapa saya ingin menangis saat melihat wajah Budhe. Padahal biasanya tak sesedih itu. Saya pun bilang ke adik saya, dan ternyata adik saya pun merasakan hal yang sama.

Selama perjalanan ke Rumah sakit pun beliau hanya diam, mungkin sudah sangat tak karuan rasanya. Budhe itu suka ngomong, suka cerewet kalau apa yang dia perintah tak segera dilakukan atau tak sesuai dengan keinginannya. Tapi kala itu beliau terlihat lemas dan lebih banyak diam. Nafas beliau pun terlihat lebih memburu daripada biasanya, saya yang melihat pun merasa sesak juga.

Saat kembali di rumah, beliau kesulitan bernafas. Dan mengeluh "Kenapa masih sesak, biasanya cuma sebentar". Selama ini Budhe sakit tak pernah sekalipun terdengar beliau mengeluh atau merintih kesakitan, tapi kala itu Beliau mengeluh dan sayangnya saya tidak terlalu merespon, saya hanya menganggap itu sesak yang biasanya.

Saat itu Budhe minta minum air es, padahal Beliau tidak pernah minum air es, tapi tak lama kemudian Beliau minta air panas, lalu minta dikupaskan melon. Saya turuti kemauan beliau tanpa berpikir apa pun karena pada saat itu vertigo saya sedang kambuh, jadi saya melakukan permintaau Beliau pun dengan sedikit kesal. Itu yang saya sesali sampai sekarang, kenapa waktu itu tidak menyadarinya, tidak bisa melayani dengan baik. 

Kenapa waktu itu saya mementingkan untuk mengistirahatkan diri sendiri tapi tidak mengindahkan budhe yang sedang merasakan sakit? Jika mengingat itu, sungguh penyesalan selalu datang terlambat. Meskipun saya yang merawat beliau, memandikan beliau, membersihkan kotoran beliau, dll tetap saja itu tidak cukup untuk membalas apa yang telah Budhe lakukan selama ini membesarkan saya dan adik saya, merawat kami, mendidik kami, melebihi Ibu kandung kami sendiri.

Sekarang tak ada lagi sosoknya yang selalu duduk di kursi ruang tamu, meminta untuk diselimuti, memerintah tanpa henti, cerewet, masakan beliau adalah masakan favorit saya. Saya belajar memasak dari beliau, kini tak ada lagi yang biasa duduk di dapur melihat saya memasak dan memberi instruksi. dan terakhir Budhe menemani saya di dapur saya malah kesal, karena beliau memberi instruksi yang sudah saya tau berkali-kali. Sungguh saya sangat menyesalinya.

Andai waktu bisa diulang kembali, saya ingin memperbaiki semuanya, saya ingin merawat beliau lebih baik lagi. Saya ingin mendengar omelan beliau lagi. 

Sekarang kau tak lagi merasakan sakit, sekarang kau telah bahagia disana, kami pun harus ikhlas, karena sesungguhnya rencana Allah SWT adalah yang terbaik.

Allah lebih sayang engkau, Allah telah menyiapkan tempat terindah untuk kau tinggali
Selamat jalan Budhe, Kau akan selalu di hati kami
We all love you, forgive me for not being a good kid for you
Even though we can't see you anymore, you will always in my heart

Monday, May 15, 2017

Selamat Jalan Ayah, We'll miss you

my family
Hari ini lagi pengin nulis yang sedih-sedih. Kalau ingat air mata ngga berhenti mengalir. Rasanya masih ngga nyangka dan belum bisa menerima kalau Ayah saya sudah meninggal. Sungguh masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini, rasanya begitu sesak.

Ini adalah kali ketiga aku kehilangan orang yang aku sayangi di dalam dihidupku. Yang pertama dulu adalah kakekku, Beliau meninggal saat aku kelas 1 SMA karena komplikasi. Sedih sudah pasti, menangis iya. Apalagi kami tinggal bersama, beliau lah yang merawatku dari kecil bersama nenek, disaat Ibuku bekerja. Hati merasa amat sangat kehilangan.

Yang kedua adalah nenek dari suami saya. Kami tinggal bersama dalam satu rumah bersama Ibu suami saya, juga adik, suami dan anaknya. Ramai banget ya dalam satu rumah ada 6 orang dewasa dan satu anak kecil, waktu itu Rumaisha belum ada. Nenek meskipun sudah tua tapi nampak sehat, meskipun begitu tetap saja ada sakit yang menghampirinya. Meskipun kami tinggal bersama baru sebentar, tapi rasa kehilangan tetap saja ada.

Dan yang ketiga adalah Ayah saya. Baru hari rabu kemarin 10 Mei 2017 beliau meninggalkan kami. Meski beliau bukan ayah kandung saya, tapi saya sudah menganggapnya sebagai ayah kandung saya dan adik saya. Ayah pun demikian, sangat menyayangi kami tanpa menghiraukan kalau kami bukan anak kandungnya. Apa saja beliau berikan untuk kami.

Ibu saya mengenalnya sejak saya masih kuliah S1, dan beliau lah yang membantu membiayai kuliah saya. Ayah telah menolong Ibu, saya dan adik saya keluar dari kekelaman hidup, saya dari keluarga broken home. Kalau diceritain bisa panjang lebar malah jadi luas. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang ayah angkat saya, kalau disebut ayah tiri rasanya agak gimana gitu ya.
 
Ayah dan Ibu saya menikah siri tahun 2013 lalu, dan baru bisa diresmikan tahun 2016 kemarin karena beda negara jadi banyak yang harus diurus, belum lagi akta cerai dari ayah kandung saya yang lamanya bukan main.

Ayah memang sudah sakit lama, apalagi sakitnya adalah sakit jantung. Bisa bertahan begitu lama juga sudah merupakan keajaiban. Dulu ayah perokok berat, rokok adalah kebutuhan primernya, makan baru sekundernya. Aduh kebalik ya. Yah begitulah masa muda ayah saya. Tapi sejak bertemu Ibu saya, Ibu mulai menasihati dan melarang ayah untuk merokok. Alhamdulillah ayah sudah berhenti merokok meskipun sudah terlambat karena sudah sakit baru berhenti. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Saya sendiri bertemu ayah cuma beberapa kali, 3 atau empat kali ketika ayah datang ke Indonesia. Tapi saat ayah datang tahun kemarin saya ngga bisa datang menemuinya karena saya baru saja melahirkan, dan meskipun ayah ingin ikut menjenguk saya tapi kakinya bengkak jadi ngga bisa bertemu.

Dan saya ngga menyangka kalau itu adalah kesempatan untuk bertemu terakhir kalinya. Dan saya mulai menyesal kenapa saat itu tidak menemui ayah. Ayah juga belum bertemu dengan Rumaisha, hanya bisa menyapa lewat video call. Ayah juga sayang banget sama Rumaisha. Seneng banget kalau lagi pas video call, ayah suka niruin polah rumaisha. Kalau inget, saya mau nangis.

kolase setiap vcall
Padahal sehari sebelum ayah meninggal, ayah itu video call sama Rumaisha lama banget. Rumaisha juga ketawa-ketawa, dan saya juga ngga menyangka kalau itu adalah video call terakhir dengan beliau. Biasanya kalau pas video call saya suka screenshoot tapi kemarin malah ngga. Nyesel banget rasanya.

Setiap ingat atau melihat foto beliau, saya masih ngga percaya kalau beliau sudah ngga bersama kami lagi. Sedih sudah pasti, kehilangan apalagi, nangis sudah jelas. Tanpa ayah, saya tidak akan seperti sekarang ini. Karena beliaulah yang membiayai kuliah saya sampai selesai. Dan karena kuliah juga saya bisa bertemu suami saya, kalau ngga pasti berbeda yang saya alami.

Perasaan menyesal masih terus ada sampai sekarang, karena saya belum melakukan apa pun untuk ayah saya. Belum memberikan apa pun sebagai balasan meskipun beliau tidak pernah meminta. 

Ayah you are my hero
and I will always remember you
you always remain in our heart





Sunday, May 7, 2017

Uri-cran, Solusi sehat atasi anyang-anyangan

source prive uri-cran fans page
Anyang-anyangan. Kalau ditanya kamu pernah anyang-anyangan? Saya pernah. Muncul pertanyaan lagi, bagaimana rasanya? Rasanya itu amat sangat ngga nyaman dan menyiksa lahir batin. Kenapa kok sampai tersiksa seperti itu? Karena anyang-anyangan dulu saya harus bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil yang tak seberapa, sekaligus menahan perih ketika buang air kecil, dan saya sampai opname 3 hari di Rumah sakit gara-gara Infeksi Saluran Kemih (ISK). Menyiksa banget kan?

Dulu jaman saya masih kuliah, saya selalu aktif di organisasi dan memiliki banyak kegiatan di luar jam kuliah. Tidak jarang harus beraktifitas di lapangan dimana tempatnya itu jauh dari toilet. Jadi kalau kebelet ya saya tahan dulu biar nanti sekalian balik jadi ngga bikin bolak balik karena jarak antara tempat kegiatan dan toilet jauh. Dan tidak hanya itu, saat saya kuliah pun sering menahan buang air kecil, lho kok bisa? Karena ngga enak mau keluar saat ada Dosen mengajar, apalagi pas materi penting. Tambah ngga pengin ninggalin kelas.

Alhasil Saat saya terkena anyang-anyangan. Sama sekali ngga nyaman, hanya karena menahan buang air kecil, kesehatan yang jadi tumbalnya. Dan setelah beberapa kali anyang-anyangan, pas saya ada kegiatan organisasi RAK (Rapat Akhir Kepengurusan) yang acaranya berlangsung dari pagi sampai pagi lagi. Saya drop. Malamnya saya di bawa ke rumah sakit, dan kata dokternya saya terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan harus opname.

Sejak saat itu saya ngga lagi-lagi menahan buang air kecil, daripada nanti anyang-anyangan lagi terus masuk rumah sakit lagi. It's a BIG NO. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Setelah kejadian itu saya menjaga supaya tidak anyang-anyangan lagi. Namun ternyata takdir berkata lain, saat saya hamil Rumaisha dulu saya anyang-anyangan lagi. It's really anoying. Bawa badan aja sudah mulai berat, harus bolak balik kamar mandi. Bener-bener menyiksa.

source prive uri-cran fans page
Dokter yang memeriksa saya waktu itu bilang saat membersihkan daerah kewanitaan harus benar-benar diperhatikan. Cara membersihkan yang benar dari bagian depan dulu baru ke bagian belakang. Saya baru tahu, dan sampai sekarang hal itu saya praktikkan untuk diri saya sendiri dan juga anak saya. Dan dokter menambahkan kalau saya harus banyak minum air putih, tapi kalau saya kebanyakan minum hasilnya malah lebih sering buang air kecil. Jadi saya browsing-browsing ke simbah google mencari solusi alami untuk mengatasi anyang-anyangan, karena sedang hamil jadi harus mencari yang alami dan tidak mengganggu kesehatan janin.

Dan disitulah saya menemukan kalau buah cranberry bagus untuk mengobati anyang-anyangan. Tapi di tempat saya sulit sekali mencari buah Cranberry, entah ada dimana penjualnya. Di supermarket besar yang biasa menyediakan buah impor pun ngga menyediakan cranberry.  Jadi searching lagi dan bertemulah dengan prive uri-cran. Suplemen kesehatan yang dipercaya mampu mengatasi sakit buang air kecil dan mampu menghempaskan anyang-anyangan, serta aman dikonsumsi oleh Ibu hamil. Kurang apa lagi coba? Alhamdulillah setelah beberapa hari anyang-anyangan saya sembuh.

Penyebab anyang-anyangan
Dan dari website uri-cran yang cantik. Saya mengetahui banyak hal. Dari penyebab anyang-anyangan dan cara mengatasinya, seperti yang dokter saya bilang dulu. Ini nih penyebab anyang-anyangan dan beberapa pernah saya lakuin dulu.

1. Toilet kotor
Ini ngga bisa dipungkiri apalagi kalau lagi aktifitas di luar ruangan, toilet kebanyakan pada kurang terawat. Tapi karena kepepet, mau ngga mau ya dipake juga walaupun jijik. Iiih, ingat aja bikin merinding.

2. Arah basuhan yang salah setelah BAK
Nah ini juga sering saya lakuin dulu, karena ngga ngerti arah basuhan yang benar. Arah basuhan yang benar itu bagian depan dulu baru bagian belakang supaya bakteri E-colli yang ada di anus tidak menyebar ke daerah kewanitaan dan menempel di saluran kemih. Dan setelah dokter memberitahu arah basuhan yang benar, langsung saya praktikkan sampai sekarang.

3. Pakaian dalam yang lembab
Ini juga kadang saya lakuin, biasanya setelah membasuh BAK, saya lap lagi dengan tisu. Namun kadang ngga saya lakuin, karena saat itu tisu habis atau ketingalan.

4. Menahan buang air kecil
Untuk yang ini sering banget saya lakukan. Karena aktifitas yang padat, membuat saya malas ke kamar kecil. Dan hal inilah yang membuat saya terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Gejala anyang-anyangan
Untuk gejala anyang-anyangan sendiri ada di bawah ini.
1. Rasa selalu ingin buang air kecil
Buang air kecil berkali-kali namun yang keluar cuma sedikit, padahal rasanya masih pengin keluar. Pernah dulu saya tungguin sampai lama, tapi ngga keluar-keluar. Giliran sudah keluar kamar mandi, eh kebelet lagi. Gubrak.
2. Nyeri atau perih saat buang air kecil
Saat buang air kecil itu rasanya nyeri, ngga nyaman banget.
3. Warna urine keruh dan berbau menyengat
Warna urine kuning pekat, dan baunya uuuuh wangi sekali mengalahkan pengharum ruangan. hehehe.

Cara mengatasi anyang-anyangan
Untuk mengatasi anyang-anyangan terbilang cukup mudah, yang penting konsisten.
1. Penuhi kebutuhan air putih harian
Dokter menganjurkan untuk minum air putih 8 gelas sehari.
2. Jangan menunda buang air kecil
Hal ini penting sekali, jika tidak ingin terkena anyang-anyangan dan ISK.
3. Ganti pakaian dalam jika sudah basah dan lembab
 Ini juga penting sekali, karena bakteri suka dengan tempat yang lembab.
4. Minum suplemen untuk mencegah anyang-anyangan
Poin 4 ini juga penting sekali, lebih baik mencegah daripada mengobati karena jika sudah sakit siapa yang dirugikan? Kita sendiri juga kan? Untuk suplemen mencegah anyang-anyangan terbaik adalah yang mengandung ekstrak buah cranberry karena buah cranberry mengandung proanthocyanidins yaitu antioksidan yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mampu mencegah dan mengobati anyang-anyangan. Dan kabar baiknya uri-cran mengandung ekstrak buah cranberry tersebut. 
 
source prive uri-cran fans page

Uri-cran merupakan produk dari Combhipar yang mengandung ekstrak buah cranberry terbaik. Uri-cran membantu memelihara kesehatan kandung kemih dan mengatasi anyang-anyangan atau susah buang air kecil dengan cara mencegah bakteri E-Colli menempel pada saluran kemih kita.

Uri-cran tersedia dalam dua kemasan, yakni dalam bentuk kapsul dan powder sachet yang dapat diminum kapan pun dan dimana pun. Karena mengandung bahan alami jadi uri-cran aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Kalau saya lebih prefer yang powder sachet, kaya jus. Hehehe.

Sekali lagi, lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari kita cegah anyang-anyangan dengan uri-cran. Semoga artikel ini bermanfaat.


Friday, May 5, 2017

Ini nih yang bikin uang bulanan para Ibu cepet habis

Rumaisha dan sebagian mainannya, karena sekarang udah nambah
Entah kenapa pengin banget nulis ini, mungkin pengin curhat. Mungkin buat pengingat diri sendiri biar ngga boros,  dan juga sebagai kode keras buat suami saya dan para suami ibu-ibu semuanya biar ngga nanyain terus "kok cepet habis?  Kan baru kemarin dikirim?  Dipake buat apa aja sih?  Jangan boros-boros dan bla bla bla bla bla" . . .
Peace ya ayah, hehehe, aku tetep padamu, hehehe

baca juga: 
6 Perbedaan Sikap Cowo Saat Pacaran dan Setelah Menikah 

Sebelumnya sih ngga pernah ngerasain yang namanya uang bulanan.  Kenapa?  Karena dulu ngga kenal sama yang namanya jatah menjatah,  mau belanja ya tinggal ambil aja uang di dompet.  Trus bilang,  buat belanja habis segini,  buat beli ini,  buat beli itu.  Beres.  Nah berhubung sekarang lagi LDR,  jadilah saya terima itu jatah per bulan.  Eh,  ngga sebulan ding,  tapi per 2 minggu.  Kenapa 2 minggu?  Biar ngga terlalu banyak yang dihabisin di awal pas kirim.  Hahaha,  ketauan nih borosnya.  

Meskipun sudah mencoba menabung tapi entah kenapa rasanya sulit banget. Tahu-tahu diambil lagi. Lha wong butuh piye meneh.

1. Harga bahan pokok naik
Tapi kalau dipikir dan dihitung (biasanya kalau habis belanja saya suka itung lagi,  kurang kerjaan banget ya,  habis belanjaan sedikit kok uangnya keluar banyak)  sekarang itu apa-apa sudah pada mahal bahkan mahal pake banget.  Dari yang biasanya harga 1000 jadi 10000, hah?  Apaan sih kok naiknya banyak banget. Ah,  ini cuma majas personifikasi aja,  biar ngga sepaneng.

Kembali ke laptop, berhubung semua barang pada naik apalagi mau masuk bulan ramadhan,  makin mahal lagi ntar.  Kaya harga telur sebelumnya masih 17.500 tapi seminggu kemudian udah naik jadi 18.000 per kilo,  nah kalau tiap minggu naik 500 satu bulan kemudian udah 20.000 per kilo.  Padahal ya,  Rumaisha itu sukaaaa banget sama yang namanya telur rebus,  hampir tiap hari rebus telur kalau lagi ngga bosen. Telur sekilo itu habis dalam waktu seminggu sampai 2 minggu. 

Setiap saya ke pasar sama Rumaisha niatnya mau transfer buat beli popok sama sekalian belanja bulanan.  Dan dari rumah itu udah dihitung-hitung,  habis segini buat belanja ini,  dan segitu buat belanja yang lain.  Tapi pada kenyataannya hitungan cuma sebuah susunan angka tak berarti setelah masuk ke swalayan.  Kenapa?  Karena apa aja diambil.  Liat ini bagus dan dirasa perlu,  beli deh.  Padahal ya masih kebutuhan sekunder. Nah,  saya kan suka ngitungin harga kalau belanja, apalagi bandingjn harga di toko yang satu dan toko yang lain terus nyari yang lebih murah.  Tapi ya tetep aja habis banyak, soalnya ah masih sedikit ini,  ah masih ada uang kok, ah ini murah kok.  Ini nih pemikiran yang bikin boros.
 
Padahal cuma belanja sabun mandi, sabun cuci,  tisu basah,  susu chil go,  mi, kecap, minyak, saus sambal dan dasternya Rumaisha (ini diluar perhitungan) habis sampai Rp. 150.000 lebih.  Shock banget pokoknya. Mau balikin lagi juga ngga enak karena udah di kasir. Itu belum beli makannya, soalnya biasanya kalau ke pasar bareng Rumaisha pasti mampir makan biar Rumaisha ngga laper, suka ngemil dan makan soalnya. Ngeles ya padahal emaknya yang pengin makan. Hehehe. Kalau untuk popok biasanya saya beli online, jauh lebih murah.

Baca juga:
Review Pospak (popok sekali pakai) : merries, pampers, mamypoko, sweety, fitti, happy nappy, pokana

2. Beli perintilan di luar belanja pokok
Nah kalau yang ini itu ngga kerasa barangnya tapi habisnya banyak. Kenapa? Soalnya belinya paling 2000, 4000, atau 10.000 tapi beberapa kali. Gimana ngga cepet habis coba? Ada penjual siomay lewat, beli 5000. Makan tanpa kerupuk ngga enak beli deh kerupuk 2000. Eh ada penjual es krim keliling, panas gini enak kali ya makan es krim, beli dehh 5000 (Rumaisha suka banget sama es krim). Terus aduh bosen sama sayur itu terus, pengin mi ayam, pengin soto, pengin rujak, dan masih banyak yang lainnya, ya walaupun yang ini ngga selalu sih tapi tetep megang andil yang besar dalam menghabiskan uang bulanan. Oiya saya kan suka banget tuh bikin kue-kue, entah kue kering atau kue bolu sekalian buat camilan keluarga dan Rumaisha. Nah beli bahan-bahannya kan lumayan banyak, ada pengembang roti, meses, mentega, terigu, dlll. Makanya sekarang kalau mau buat roti itu setelah dikirimi uang, hehehe.

Dan Rumaisha itu suka banget sama jajanan pasar, kaya onde-onde, cetot (terbuat dari singkong yang ditumbuk trus dikasih serundeng), kue lapis, pukis, jamu beras kencur, jagung rebus (ini favoritnya Rumaisha), telur puyuh, dst. Jadi kadang buat jajannya Rumaisha lebih banyak ketimbang buat belanja sayurnya. Hahaha. Mau gimana lagi.

onde-onde, Rumaisha paling suka sama isinya
cetot

Baca juga: 
My beloved one is My husband .

3. Keperluan mendadak
Untuk keperluan mendadak ini sih emang ngga selalu, tapi biasanya kalau ada keperluan mendadak itu habisnya lumayan banyak. Kaya kemarin gara-gara makan kepedesan saya sampai diare berhari-hari, minum obat ini itu ngga mempan, mau ngga mau periksa deh ke dokter. Uang lagi kan? Bener kan? Atau kalau anak sakit, pasti langsung ke dokter. Saya paling ngga tahan liat anak sakit, pernah Rumaisha batuk baru sehari dan batuknya masih jarang banget langsung saya periksain. Cuma dikasih antibiotik sih, tapi Alhamdulillah ngga jadi batuk. Liat anak kecil batuk itu rasanya sesek banget, iya ngga sih? Belum kalau batuknya berdahak, ngga bisa ngeluarin riak sendiri. Aduh, ngga tega lihatnya. Tapi Alhamdulillah Rumaisha cuma batuk sekali itu aja, dan jarang sakit. Alhamdulillah.

4. Lapar mata
Kalau ini sih kayanya ngga cuma saya ya, saya optimis banyak temennya, apalagi Ibu-ibu yang punya bayi atau batita. Gimana coba reaksinya kalau lihat barang-barang kecil mungil nan lucu di depan mata? Pasti bawaanya pengin beli, bagus nih dipake sama anak saya. Nah itu lah yang terjadi dengan saya. Saya paling susah kalau udah lihat barang-barang bayi yang lucu nan menggemaskan. Beda kalau lihat baju-baju untuk saya sendiri, mikirnya "Wah bagus nih, tapi kapan-kapan aja lah uang mepet" dan ngga jadi beli sampai beberapa bulan kemudian, wkwkwkkw. Aneh ya? Tapi ya itu yang terjadi. 
sepatunya Rumaisha
Hmmm, sepertinya itu aja sih kalau sepengalaman saya, Gimana dengan Ibu-ibu yang lain? Ada yang sama atau ada yang beda? Yuk share disini. 

Kalau ada ayah yang baca (semoga aja pada baca), jadi tolong dimaklumi ya kalau uang bulanan cepet habis, habis juga bukan untuk keperluan sendiri tapi untuk kepentingan bersama sekeluarga. Kalau mau nambahin ya Alhamdulillah, kalau ngga juga ngga apa-apa. Hehehe, padahal ngarep.
Tapi kita sebagai Ibu Rumah tangga juga harus bisa mengatur keuangan dan menabung demi masa depan anak-anak kita. Jangan karena ingin ini itu butuh ini butuh itu jadi kalap kalau belanja. Ini juga berlaku untuk saya sendiri. Because I'm not a working mom, kadang saya ngerasa ngga enak juga kalau harus minta terus sama suami, yah walaupun katanya 'hartaku hartaku, hartamu hartaku' tapi pada kenyataanya ngga selalu seperti itu. Kita harus saling menghargai.
Jangan lupa berhemat ya moms.

Monday, May 1, 2017

Review Popok Sekali Pakai (pospak) : Goo.n Excellent Soft* Active and Fun


Goo.n Excellent Soft* Active and Fun adalah salah satu popok yang pengin banget tak beli dari lama hanya saja baru kesampaian. Hahaha, kemana aja bu? Yah karena satu dan lain hal makanya baru bisa beli sekarang si Goo.n ini. Dan, hasilnya di luar expectasi. Saya sukaaaaaa banget sama si Goo.n ini, pantesan temen saya selalu pakai Goo.n , hahaha baru ngerti.

Goo.n Excellent Soft* Active and Fun adalah Goo.n premium keluaran dari Elleair Manufacturing Indonesia yang mana merupakan anak perusahaan dari Daio Paper di Jepang. Pantes ya ada tulisan Jepangnya. Nah disamping Goo.n Excellent Soft* Active and Fun, Elleair juga mengeluarkan versi ekonomisnya ada Goo.n Smile Baby dan Goo.n Friend.

Goo.n tampak belakang
Ok, segitu aja ya perkenalannya, lanjut ke review si Goo.n yang cantik ini. Popok Goo.n Excellent Soft* Active and Fun ini slim, pas dipakai, sama Rumaisha passs banget. Baik dari lingkar paha atau lingkar pinggang nya. Semua pas. Ini saya beli yang ukuran M ya moms. Saat dipakai itu ngga menggembung, jadi tetep bebas beraktifitas baby nya.

tampak karet pinggang

Untuk karet pinggangnya lentur dan lembuuuuut, ngga ninggalin bekas di perut. Jadi ngga terasa kencang walau baby lagi kekenyangan. Hihihi. Soale Rumaisha sering banget kekenyangan, Hahahaha, apa aja dimakan sama dia.

tampak lingkar paha / selangkangan
Untuk karet di lingkar pahanya juga lembut dan elastis. Walaupun pas dipakai sama Rumaisha ngepas banget karena pahanya Rumaisha yang gede, tapi ngga ninggalin bekas. Keren ya, haha.

Kalau untuk desain, wah ini semangat banget saya, TOP banget dah desainnya. Ada 9 desain karakter binatang lucu dalam satu kemasan. Awalnya saya pikir hanya ada dua, karena biasanya desain popok di beberapa merk yang lain juga dua. Eh pas saya ambil lagi, lho kok beda lagi, lho beda lagi. Iiih gemes, desainnya lucu banget. Ada karakter domba, singa, ayam, lumba-lumba, pinguin, beruang, ikan, kelinci, dan panda. Bisa saya manfaatin buat ngenalin macam-macam binatang ke Rumaisha. Jadi waktu ganti popok bisa lebih menyenangkan han have fun. Ah sesuai dengan namanya Goo.n Excellent Soft* Active and Fun . So this is why there is 'Fun' in the Goo.n Excellent Soft* Active and Fun. I got it.

karakter animal

karakter animal

karakter animal

 Kalau daya serapnya gimana? Sudah pasti Ok juga dong, dengan sistem Pee Lock System nya mampu menyerap pipis dengan kuat dari titik penyerapan, mengunci pipis agar tidak kembali lagi ke permukaan sehingga tetap kering selama walau dipakai berjam-jam. Dan Alhamdulillah Rumaisha aman pakai Goo.n Excellent Soft* Active and Fun, ngga kena ruam popok. Pee Lock System juga mengandung udara dengan teksturnya yang lembut dan halus. 

lapisan dalam

Lapisan dalamnya bergelombang untuk mengurangi permukaan yang menempel pada kulit baby. Namun walaupun kesentuh juga tetep lembut ya moms. Tapi untuk yang permukaan bergelombang saya kurang bisa merasakannya pas saya sentuh, Hahahaha mungkin kulit jari saya sudah tidak peka. Yang saya rasain ya cuma lembut aja, ngga kerasa gelombangnya.

Hampir kelupaan nih moms, si Goo.n Excellent Soft* Active and Fun ini ada perekat di bagian belakangnya juga yang berfungsi untuk menggulung popok setelah selesai digunakan. Roll and throw.
perekat belakang

Ok, sepertinya sekian review dari saya tentang si Goo.n Excellent Soft* Active and Fun yang cantik ini, kalau ada pendapat lain silakan share di kolom komentar ya moms. Thank you.

Tuesday, April 25, 2017

Lele Bakar Pedas Manis yang Menggugah Selera

lele bakar pedas manis
Ceritanya saya lagi bingung mau kasih menu apa buat Rumaisha kemarin, Karena sepertinya Rumaisha lagi bosen sama telur, ayam, jagung, wortel, biasanya selalu lahap makan apapun tapi ya itu harus ganti-ganti menu karena Rumaisha itu bosenan. 

Pusing juga tiap hari mikir mau masak apa hari ini, tapi Alhamdulillah Rumaisha apa aja doyan jadi gampang milih menunya. Tapi ya itu tadi cepet bosen jadi harus putar otak terus tiap hari. 

Nah terus saya inget kalau Rumaisha pernah makan sama lele bakar itu lahap banget, alhasil pas ke mbak sayur saya langsung ambil lele dan pas dapet yang besar-besar. Mantep dah ini. Dan hasilnya? Lele bakar pedas buat orang dewasa dan lele bakar manis buat Rumaisha. Rasa manisnya pas,  pedesnya nampol,  hehehe.

Dan bener aja Rumaisha makannya lahaaaap banget dan banyak pake lele bakar manis ini.  Habis nasi 1 entong rata sama lele nya 1. Huaaah senengnya, eh habis makan minum susu trus tidur anaknya.Kecapean main juga kali ya, hihi. Ya udah cus resep aja yuk mom

Resep lele bakar pedas manis :

Bahan :
- 4 ekor lele
- 1 buah jeruk nipis
- minyak goreng secukupnya

Bumbu goreng:
- 1/2 sdt ketumbar
- 2 siung bawang putih
- garam
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- garam secukupnya

Bumbu oles bakar:
- 2 siung bawang putih
- 3 siung bawang merah
- 1 buah kemiri
- 5 buah cabai rawit atau sesuai selera
- kecap manis
- garam secukupnya

Cara membuat:
- Cuci bersih lele, kerat-kerat supaya bumbu meresap, beri jeruk nipis.  Biarkan 10 menit,  lalu bersihkan lagi. 
- Haluskan bumbu goreng, olesi lele sampai merata, goreng setengah matang
- Haluskan bumbu bakar, beri kecap dan sedikit air. 
- Panaskan teflon,  taruh lele yang sudah digoreng tadi. Olesi lele dengan bumbu sampai merata.
- Balik,  olesi lagi dengan bumbu.  Tambahkan kecap lagi sedikit demi sedikit. 
- Bakar hingga matang. 
- Sajikan dengan nasi hangat,  lalapan dan sambal bawang, pasti makannya banyak

Saya aja makannya banyak kalau kaya gini mah, makanya niat mau balikin BB ke BB semula sebelum melahirkan aja cuma tinggal niat, hahahha. Selamat mencoba ya moms. Nanti jangan lupa kirim-kirim yah.

Kalau yang untuk Rumaisha saya bakarin duluan, untuk cabenya saya ulek terakhir setelah lele bakar manis punya Rumaisha mateng. Baru deh ulek-ulek cabenya, campurin ke bumbu, bakar deh lelenya.

Saturday, April 15, 2017

Sayur Brambang Salam, Sayur yang gampang dan favorit Rumaisha


Sayur ini favorit Rumaisha pake banget. Kenapa? karena kalau dimasakin ini makannya jadi banyak. Ibu mana coba yang ngga seneng anaknya makannya banyak. Pasti semua Ibu seneng banget. Nah buat moms di rumah yang anaknya ngga suka sayur berkuah bisa dicobain buatin sayur brambang salam ini. Siapa tahu bisa berhasil dan anaknya mau makan sayur. Sayur brambang salam ini kuahnya manis, asin, seger. Saya aja suka banget sama sayur ini. Apalagi ditambah sama sambel terasi atau sambal bawang terus ati goreng atau bakwan jagung. Aduh jadi laper. Hihi

Baca juga:
Resep mpasi : Sayur sop jagung jamur wortel (1y+)

Ini adalah sayur tersimple, tersederhana, termudah, tergampang, ter apa lagi ya . . . . Pokoknya gampang banget bikinnya. tinggal cemplung-cemplung, jadi dah. terus isinya? Sesuaikan sama isi kulkas aja. Gampang bingiitssss...

Nah kebetulan Rumaisha kan suka sama jagung manis, jadi pasti tak masukin nih jagung manis ke sayur, wortel adalah keharusan dalam setiap sayur, Rumaisha juga suka sama wortel. Mau di tambah protein nabati kaya bakso, sosis, atau yang lain juga monggo, saya juga biasanya tak tambahin. hehe.
Sepertinya kata pengantarnya terlalu panjang, langsung ke resep aja ndak nanti malah jadi cerpen.

Bahan:
- 1 buah wortel
- 1/2 buah jagung manis (pipil atau potong-potong, menurut selera ya)
- 3 buah jamur pentol / kancing 
- 1 buah sosis/ bakso (optional)
- 1 lembar daun salam
- 1 siung brambang / bawang merah
- garam secukupnya
- gula jawa 
- air

Cara membuat:
- Panaskan air hingga mendidih
- Iris-iris sayuran dan sosis sesuai selera, lalu cemplungka ke dalam air
- Masukkan daun salam, gula jawa, garam 
- Koreksi rasa
- Masak hingga sayuran lunak
- Agkat, sajikan selagi hangat

Baca juga:
Resep MPASI 1y+ : Sup Jagung

Gampang banget kan sayur brambang salam ini, cuma cemplung-cemplung udah jadi. Isinya juga bisa diganti-ganti sesuai stok atau kesukaan baby. Nah, pernah waktu itu sayurnya saya kasih bayam, ternyata Rumaisha ngga suka sayur yang bentuknya daun-daun gitu. Mungkin karena hambar banget kali ya. Jadi putar otak lagi supaya Rumaisha mau makan sayur yang daun. Dan ketemulah perkedel wortel katu.

Baca juga:
Resep MPASI : Perkedel Wortel Katu Keju (1y+)

Oiya, bagi yang ngga suka manis gula jawanya bisa dikurangi. Maklum orang Jogja emang sukanya yang manis-manis. Haha. Selamat mencoba moms. Hope this can be helpful.


Ini pas Rumaisha lagi makan sayur brambang salam, makan sendiri pake tangan, ngga mau disuapin. Pake sendok ngga dapet-dapet terus akhirnya turun tangan deh. Hehe. Enjoy it.

Friday, April 14, 2017

6 Perbedaan Sikap Cowo Saat Pacaran dan Setelah Menikah

Me and my lovely husband, ini before merreid yah . . . .
Wow judulnya, emang ada beda ya sikapnya? masa sih? Percaya ngga percaya harus percaya, iih kok maksa sih writernya. Hahaha, ini edisi curhat berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, yah bisa saja berbeda dengan pengalaman moms yang lain. iya kan? ya udah daripada ngomong panjang lebar jadi luas, langsung cus aja ya......

1. Jadi lebih jujur
Ini yang paling kerasa banget.  Kenapa?  Karena pas pacaran dulu suamiku jarang banget kritik ini itu,  paling seperlunya aja malah kebanyakan muji dan itu entah beneran atau ngga hanya Tuhan dan dia yang tau.  Lah sekarang suami saya jadi jujur banget lho,  saking jujurnya kadang bikin hati menangis.  Sakitnya tuh disini.  Dulu ngga pernah masalahin bentuk badan, mungkin karena dulu masih kurus kali ya.  Dan sekarang apa yang dia katakan? 'Rajin olahraga say biar perutnya langsing' .Oh nooooo,  nancep banget ngga sih dibilang kaya gitu pasca melahirkan Rumaisha? Susah banget balikin nih perut buncit kembali seperti semula.  Dan tau ngga sih,  dia sampai ngajarin caranya olahraga walau sambil gendong bayi.  OMG,  segitu berlemaknya kah diri ini?  Tapi ya mau ngga mau tak lakuin juga tuh olahraga ringan, biar langsing katanya.  Hehehehe. 

Baca juga:
My beloved one is My husband .

Dan satu lagi kata-kata yang bikin ngga bisa tidur siang malam.  'kamu kok kucel sih say,  mbok perawatan' . Hellooo emak-emak yang punya anak bayi biasanya emang pada ngga sempet perawatan,  lah nyari waktu buat mandi aja susahnya minta ampun.  Baru ditinggal bentar udah ngoek lagi.  Gimana mau perawatan?  Tapi berbekal dari kata-kata itulah akhirnya aku putuskan untuk merawat wajah setelah saya menyadarj betapa kucelnya wajah saya saat foto sama adik.  Hahahaha,  ngenes banget ya. 

2. Soal makan
Dulu yah kalau urusan makan itu nanyain udah makan belum,  makan bareng yuk atau mau makan dimana?  Dan sekarang sudah berubah total jadi 'aku laper e,  buatin mi ya' tengah malam dia bilang begitu.  Sebagai istri yang cantik dan sholehah aku pun oprek-oprek di dapur bikin mi goreng.  Dan ini pasti bin selalu,  saya cuma bagian bikinin doang ngga pernah makan,  paling icip satu sendok, udah. Hahaha. 

3.  Soal waktu
Nah ini juga bedaaaaa, dulu tuh ya kalau janjian ketemuan biasanya tepat waktu.  Tapi sekarang,  katanya pergi jam 8 eh tau-tau perginya jam 10. Padahal dandanan udah cetar,  tapi malah molor.  Entah karena kerjaan lah,  ini lah itu lah.  Yah walaupun kadang akhirnya ngga jadi pergj karena tiba-tiba brreesss hujan.  Udah molor waktu,  ditambah hujan, dan ngga jadi pergi.  Bete banget ngga sih. Padahal tuh ya saya sama Rumaisha udah siap tinggal nungguin suami tercinta. Nasib oh nasib.  Hahaha
4. Lebih perfeksionis
Iya ngga sih?  Terutama kalau mau pergi-pergi ke acara resmi atau apa lah.  Kadang kalau baju yang saya pakai ngga cocok sama dia disuruh ganti sama dia.  Ya manut,  ganti baju lagi. Sampai pernah dibilang 'bajumu ngga ada yang lagi po say? ' duh duh ada, buanyak malah tapi udah pada ngga muat karena badan udah melar,  belum balik kaya dulu. 'belilah baju' katanya lagi.  Alhamdulillah rejeki anak sholeh,  dan diajaklah saya mampir ke toko baju. Maunya sih borong sekalian,  tapi ngga enak juga ya,  tega banget nguras dompet suami.  Hahaha.  Tapi akhirnya cuma ambil 2 baju.  Setelah itu sampai sekarang belum juga jadi ke toko busana muslim. Katanya mau ngajak kesana,  tapi sampai sekarang belum kesampaian juga.  Ya sudahlah ditunggu saja.  Suamiku orangnya ngga suka ingkar janji kok.  Alhamdulillah.

5. Chating
Ini juga sekarang bedaaaaaa banget,  di tambah lagi sekarang LDR.  Makin susah.  Dulu pas pacaran aja,  chating atau sms cepet banget balesnya.  Sekarang?  Udah ketahuan lah ya gimana.  Lama banget balesnya.  Ya ngerti sih masa kerja pegang hp terus,  masa olahraga sambil pegang hp kan ngga banget yah.  Tapi ya seenggaknya pas istirahat balas chat atau kirim chat duluan.  Tapi ya kadang,  ini kadang ya ngga sering chat cepet banget di bales,  ya katanya sih lagi selow kerjaannya.  Hihi,  Alhamdulillah. Nah terus ya,  kadang kan karena LDR jadi banyak banget yang pengin diceritain,  alhasil chat nya berubah jadi cerpen.  Daaaan bukan jawaban yang didapat malah dibilang gini 'chatnya kepanjangan de,  males bacanya'.  Gubrak,  sudah cape-cape ngetik,  jempol sampai pegel,  berharap jawaban yang menyenangkan malah jauh dari harapan.  Dan kadang kalau ngga di chat duluan, ngga mau nge-chat aku duluan. Hiks. Pernah kan ya, tak coba tak diemin seharian, eh blas sama sekali ngga ada chat dari dia. Yo wes bablas sampai hari berikutnya. Tapi ya ujung-ujungnya saya yang nge-chat lagi. Pernah ngga sih kalian ngalamin kaya gini?  Kalau iya,  kita senasib.
6. Lebih romantis
Ini dari segi positifnya, Hihi, kadang dia tuh suka kasih kejutan-kejutan kecil. Ngasih sesuatu kalau pulang dari kerja. Ya ngga sering-sering banget sih. Tapi seringnya bawa makanan pulang, padahal sampai rumah biasanya jam 11 atau jam 12 malam. Bawa burger atau sandwich atau pizza, gimana badan ngga melar malam-malam disuguhi makanan kaya gitu. Mau ngga makan, tuh makanan udah manggil-manggil, masa iya dipanggil ngga nyahut, kan ngga enak. Ngeles aja nih. Hahaha. 
Terus lebih sering ngungkapin rasa sayang dia ke saya, ciyeeeeee. Ehem ehem. Ah udah gitu aja. Hahaha.

Tapi tetap ya suamiku itu is the best. Hahaha, ngalem.

Sepertinya itu yang terlintas di pikiran saya perubahan suami sebelum dan setelah menikah. Yah walaupun sebenernya masih ada banyak sih, cuma nanti jadi kepanjangan malah jadi novel. Kalau moms gimana? Ada yang berubah kah?  Semoga berubahnya jadi lebih baik ya.

Saturday, April 8, 2017

Resep Nugget Tahu, Frozen food untuk mpasi atau keluarga



Finally its done, frozen food stock for Rumaisha, tofu and carrot nugget. She likes it. Alhamdulillah. Saya suka banget bikin frozen food kaya gini, buat stok kalau-kalau Rumaisha laper saat makanan belum siap atau udah habis duluan, dan terutama kalau si mbak sayur ngga dateng. Selain stok frozen food, stok sayuran juga ya. Alhamdulillah Rumaisha juga suka makan sayur. Tapi kalau tiap hari makan sayur bosen, jadi harus diselingi yang lain.

Baca juga:
Chicken nugget homemade untuk mpasi under 1 year (10m+)

Ok, berikut resep nugget tahu dari saya.

Bahan : 
- 3 buah tahu putih ukuran sedang atau tofu atau tahu sutra,  haluskan dengan ulekan
- 1 buah wortel,  parut
- 1 siung bawang putih,  parut
- lada bubuk, secukupnya
- garam, secukupnya
- gula pasir, secukupnya
- 2 sdm tepung terigu

Bahan pelapis :
- 2 sdm tepung terigu,  cairkan dengan sedikit air
- tepung panir

Cara membuat:
- panaskan kukusan, jangan lupa tutup pancinya dilapisi kain
- campur tahu/tofu yang sudah dihaluskan dengan parutan wortel dan bawang putih, aduk sampai rata
- masukkan lada bubuk,  garam, gula pasir dan tepung terigu
- koreksi rasa
- siapkan loyang,  tata adonan tahu di loyang
- kukus sekitar 15 menit. 
- angkat dari kukusan, dinginkan sebentar lalu cetak sesuai keinginan. Note: walau sudah dikukus adonannya itu lengket dan mudah hancur jadi dibentuk yang gampang aja.  Kalau saya disini tak buat bentuk koin. 
- setelah dipotong,  celupkan ke dalam adonan tepung basah untuk pelapis,  supaya tepung rotinya bisa menempel
- lapisi lagi dengan tepung roti/panir sampai semua adonan tertutup semua.
- bisa langsung digoreng atau di simpan di kulkas untuk stok

Kalau Rumaisha, buat stok. Bisa buat lauk ataupun camilan,  apalagi makannya dicocol sama saus sambal.  Huah enaknyyaaa. Rasanya gurih lho moms. Oya, kalau untuk mpasi baby under 1y garam, gula dan lada dihilangkan dulu ya moms. Selamat mencoba moms.

Monday, April 3, 2017

My beloved one is My husband .


Ketika ditanya siapa orang yang paling kamu sayangi, siapa yang akan kau sebutkan? Sejujurnya ini merupakan pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Kenapa? Karena kita pasti menyayangi banyak orang, orang tua, anak, saudara, kakek, nenek. Tapi kalau yang harus dipilih salah satu, siapa yang akan kau sebut? Setelah berpikir panjang, kalau aku ditanya siapa yang paling kau sayangi maka jawabanku adalah suami saya. Lho? 

Ada begitu banyak alasan dan ada begitu banyak kisah yang sulit untuk diceritakan. Kisah yang dimulai dari satu pertemuan di jejaring sosial yang berlanjut sampai sekarang. 

Dia adalah pria yang menerimaku apa adanya, menerima masa laluku dan memulai masa depan bersamaku. Meskipun aku pernah menyakitinya tapi dia tetap mau menerimaku. Saat orang tersakiti biasanya akan langsung pergi dan membenci, tapi tidak dengan dia. Dia tetap bertahan. Dia tetap ada disampingku. Entah sudah berapa kali aku menyakitinya, tapi dia tetap memaafkanku dan selalu bersamaku, menuruti permintaanku yang mungkin menyakitinya saat itu tapi aku tidak menyadarinya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Aku bersyukur dia tetap bertahan, kalau tidak entah apa yang akan terjadi. Mungkin kisah lain yang akan terjadi, dan aku tidak menginginkannya. 

Dia adalah pria penyabar yang mau meladeni keegoisanku. Keegoisanku yang memuncak saat muda pasti membuatnya jengah, lelah, bosan, dan marah terhadapku. Tapi apa yang dia lakukan? Dia mengalah untuk meladeni keegoisanku, menasehatiku dengan sabar, dan tetap berada di sampingku. Ketika aku mengingat itu semua, sungguh air mata ini mengalir, betapa buruk perlakuanku padanya dulu. Namun sekarang tidak lagi, aku tidak ingin menyakitinya lagi. Aku hanya ingin membuatnya bahagia dan mendukung setiap langkahnya. Aku ingin memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku lakukan.

Dia adalah sosok pemimpin yang membawaku ke jalan yang benar, menegurku ketika aku melakukan kesalahan dan menyemangatiku untuk terus maju. Jika bukan karenanya aku tak akan jadi seperti sekarang ini. Karena semua yang aku dapat saat ini adalah karenanya, pertemuan dengannya lah yang merubah cara hidupku menjadi lebih baik, yang dulu tidak pernah aku sadari.

Dia adalah sosok yang selalu mendukungku di saat aku sedang bimbang dan terpuruk, mengingatkanku untuk fokus pada satu tujuan karena aku begitu dengan mudahnya terhasut omongan orang. Yah begitulah aku, saat orang lain mengatakan A aku mengikutinya, saat orang lain mengikuti B aku pun berubah pikiran lagi, aku selalu merasa apa yang mereka katakan lebih benar daripada pendapatku. Tapi sekarang tidak lagi, dia mengajariku mengambil keputusan yang tepat. Meski aku belum sepenuhnya bisa karena aku masih saja membutuhkan pendapatnya.

Dia adalah sosok yang selalu mengajarkanku untuk selalu bersyukur dan bersyukur. Sungguh tanpa ini mungkin aku selalu merasa hidupku itu susah dan selalu kekurangan. Tapi dia mengajariku untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita, dia mengajariku untuk selalu mengingat bahwa ada banyak orang yang masih jauh lebih susah daripadaku, dia mengajariku untuk melihat ke bawah tidak hanya melihat ke atas, dia selalu mengajariku dengan contoh. Contoh yang dia ambil dari kehidupannya. Dan aku mulai menyadarinya. Sungguh orang yang bersyukur itu hidupnya akan senantiasa damai dan selalu berkecukupan. Saat awal menikah adalah saat yang begitu banyak cobaan dan ujian, entah masalah pribadi atau masalah finansial. Pernah juga kami sama sekali tidak memiliki uang, tapi kami tetap bersyukur karena kami masih diberi kesehatan dan rumah yang layak untuk ditinggali. Lalu apa yang terjadi? Rejeki datang dari tempat yang tidak pernah kami sangka sebelumnya. Sungguh Allah Maha Benar, Allah akan menambahkan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur.


Pahit manis kehidupan yang kami lalui bersama semakin membuatku menyayanginya, ditambah lagi kini sudah ada si kecil Rumaisha, buah hati kami. Rasa syukur tak terkira selalu aku panjatkan di setiap sujudku, namamu tak pernah lepas dari setiap doaku. Sungguh aku bersyukur kepada Allah yang telah mengirimkanmu untuk menjadi suamiku, menjadi imamku. Aku sungguh wanita yang beruntung yang bisa mendapatkanmu, dan menjadi pendamping hidupmu. 

Saat inipun dia sedang berjuang sendirian di negeri orang demi keluarganya. Teringat saat kami masih tinggal bersama, dia selalu bekerja sampai malam dan meminta untuk dibuatkan mi saat tengah malam. Tapi sekarang dia harus memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri, memasak sendiri, dan melakukan hal lainnya sendiri. Rasa khawatir tak pernah lepas dariku, saat seharian tak ada kabar, terlebih ladi saat dia sakit. Meskipun banyak temannya disana, tapi hati ini tak bisa tenang. Rasanya ingin memastikan sendiri keadaannya.

Orang bilang bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tapi suamiku adalah pria yang sempurna bagiku. Ada satu hal yang masih aku ingat saat kami pergi ke toko baju muslim. Dia mengatakan ingin memakai jubah gamis, baju koko muslin yang berbentuk gamis panjang seperti yang dipakai para ulama atau santri atau warga di Arab sana. Tapi apa yang aku katakan? Aku tidak setuju dengannya, aku kurang suka. Mungkin karena bentuknya gamis, jadi seperti wanita, itu pikirku kala itu. Tapi kali ini aku ingin memberikannya sebagai hadiah. Aku ingin mendukungnya di setiap langkahnya.

Semoga saja bisa lebih bermanfaat.
Rangkaian kata ini mungkin tak cukup untuk melukiskan betapa bersyukurnya aku atas apa yang Allah pilihkan untukku. Mungkin aku bukanlah wanita yang sempurna seperti bayanganmu, tapi aku akan terus belajar untuk pantas menjadi pendampingmu dan menjadi Ibu yang baik untuk anak kita. 

Mungkin ini hanyalah rangkaian kata tapi inilah isi hatiku yang sesungguhnya dan aku berharap dengan untaian kata ini perasaanku bisa tersampaikan. Meski jarang sekali aku mengungkapkan perasaanku tapi yakinlah bahwa aku selalu aku menyayangimu hingga tua nanti.