Monday, September 26, 2016

A feeling since I became a mother

pics from pexels.com

Tidak terasa rumaisha sekarang sudah 10 bulan. Rasanya baru kemarin saya mual-mual, menolak makan nasi, dan minum susu untuk kehamilan. Jujur saya tidak sama sekali tidak suka minum susu, tapi untuk si buah hati apa pun akan saya lakukan, meski pada awalnya muntah saat minum susu. 

Rasanya baru kemarin saya melahirkan dengan berbagai ketegangan yang saya alami, selain sakitnya kontraksi, pikiran akan menjadi seorang ibu juga selalu melintas di benak saya. Bisakah saya menjadi seorang Ibu? Bisakah saya mengasuh dan merawat anak dengan penuh kesabaran? Pantaskah saya menyandang gelar seorang Ibu? Semua pertanyaan-pertanyaan itu terlintas begitu saja.

Saat rumaisha lahir, saya selalu memandangnya seakan tak percaya kalau yang tidur disamping saya adalah anak saya dan saya telah menjadi seorang Ibu. Benar-benar tak percaya. Selama 9 bulan lebih hanya bisa merasakan kehadirannya, kini bisa melihat, memeluk, dan menciumnya. Sungguh bahagia tak terkira. 

Allah telah menganugerahkan seorang putri yang cantik, saya benar-benar bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan-Nya untuk menjaga titipan-Nya.

Sampai saat ini saya selalu suka dan merasa damai ketika melihat rumaisha tidur dengan nyenyaknya. Melihatnya selalu menyadarkan saya bahwa saya adalah seorang Ibu, sungguh sampai saat ini saya masih tidak percaya kalau saya adalah seorang Ibu. Sebelumnya tak pernah terlintas di benak saya kalau suatu hari nanti saya akan menjadi seorang Ibu. saya yang selalu manja pada orang tua, tidak bisa melakukan sesuatu hal dengan baik dan benar kini telah menjadi seorang Ibu. Semua hal yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya kini saya justru merasakannya. 

Menjadi seorang Ibu membuat saya mengerti dan merasakan banyak hal. Tidak mudah menjadi seorang Ibu, tidak sesederhana seperti iklan di tv, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang saya pikir tidak bisa saya lakukan ternyata saya bisa melakukannya. Menjadi seorang Ibu benar-benar telah merubah hidup saya, dari seorang yang manja menjadi mandiri. Dari yang hanya memikirkan diri sendiri menjadi selalu memprioritaskan anak. Dari yang tidak sabaran menjadi lebih sabar. Dari yang hanya mementingkan hal-hal besar sekarang memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi pada anak. Menjadi seorang ibu telah mengubah hidup saya.

Saya hanya bisa belajar dan belajar supaya bisa menjadi ibu yang terbaik untuk rumaisha, bisa menjadi sekolah yang baik untuk rumaisha sebelum dia menjalani kehidupan sekolah yang sesungguhnya. Bisa menjadi panutan dalam segala hal. Bisa menjadi soaok yang bisa ia banggakan dan ia rindukan ketika tidak disampingnya. Bisa menjadi tempat ia mengadu. 

Saya bukan Ibu yang sempurna tapi saya akan selalu berusaha dan belajar untuk menjadi sosok Ibu yang terbaik untuk rumaisha. Meski jauh dari kata sempurna, saya akan tetap belajar dan berusaha memberikan yang terbaik untuk rumaisha. Belajar dari setiap kesalahan dan selalu bersabar.

Menjadi seorang Ibu membuat saya tidak ingin melewatkan perkembangan rumaisha. Saya ingin menjadi yang pertama tahu dan melihat apa yang bisa ia lakukan selanjutnya. Hanya denga melihatnya tumbuh sehat, tertawa, selalu aktif dan selalu tersenyum ketika melihatku merupakan anugerah terindah yang pernah saya rasakan.

Thanks God for believing me to raise a child, take care of her, loving her from my deepest heart. Please guide me to became a good mother for her, the best school for her, and please blesing her.
Thank you Allah.
This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment